Judul Buku : SEBELUM ANAK ITU PERGI
Edisi : Pertama
Nama Penulis : apt. Lukman Hakim, S.Farm., M.Biomed., apt. Mega Kartikasari, S.Farm., M.Biomed.
ISBN : Dalam Proses
Tebal Buku : vi+148 Halaman
Ukuran : 14,8 cm x 21 cm
Cetakan : Pertama
Kota Terbit : Banyumas
Penerbit dan Tahun Terbit : Yayasan Masyarakat Indonesia Sehat, 2025
Sinopsis:
Di sebuah kota yang tampak modern, obat tidak lagi hanya ada di apotek. Ia hadir di rak warung, minimarket, dan toko serba ada—tersusun rapi di samping permen dan mi instan. Mudah dijangkau, cepat dibeli, dan sering digunakan tanpa banyak pertimbangan. Namun di balik kemudahan itu, tersembunyi krisis yang perlahan tumbuh: keputusan penggunaan obat yang semakin jauh dari pendampingan tenaga kesehatan yang kompeten.
Ketika seorang anak bernama Naila meninggal akibat kesalahan penggunaan obat yang dianggap sederhana, seorang apoteker muda bernama Raka mulai melihat sesuatu yang lebih besar dari sekadar satu kasus. Ia menemukan pola yang berulang: anak-anak yang menjadi korban kesalahan penggunaan obat di rumah, remaja yang terjerat penyalahgunaan obat yang mudah diakses, serta keluarga yang mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tidak terverifikasi.
Semakin dalam Raka menelusuri, semakin jelas bahwa masalah bukan sekadar ketersediaan obat, tetapi ketiadaan edukasi yang memadai serta terpinggirkannya peran tenaga kefarmasian dalam keselamatan penggunaan obat. Di tengah derasnya informasi media sosial dan akses obat bebas yang sangat luas, suara kompetensi apoteker perlahan tenggelam oleh kecepatan konsumsi informasi.
Di sisi lain, seorang remaja bernama Adit menjadi gambaran nyata generasi yang hidup dalam dunia serba cepat—mudah mendapatkan obat, tetapi tidak mendapatkan bimbingan yang cukup untuk memahami risikonya. Ketika hidupnya mulai runtuh akibat penyalahgunaan obat yang ia peroleh dengan mudah, keluarganya dipaksa menghadapi kenyataan pahit: bahwa bahaya terbesar bukan hanya pada obat itu sendiri, tetapi pada ketidaktahuan dalam menggunakannya.
Dalam perjalanan yang penuh tekanan, perdebatan kebijakan, dan tarik-menarik kepentingan sistem, Raka memulai sebuah gerakan kecil yang perlahan membesar: mengembalikan peran edukasi obat kepada tenaga kefarmasian yang berkompeten. Dari sekolah, desa, puskesmas, hingga komunitas, ia bersama para apoteker muda membangun kesadaran baru tentang “Obat yang Aman”—bahwa setiap obat bukan sekadar barang konsumsi, tetapi keputusan yang dapat menentukan hidup dan mati.
Namun ketika gerakan itu mulai tumbuh, resistensi pun muncul. Sebab di balik isu keselamatan pasien, ada pertanyaan besar tentang sistem, kewenangan, dan batas antara akses dan keselamatan.
“Sebelum Anak Itu Pergi” adalah novel fiksi medis yang menggugah tentang kehilangan, kesadaran, dan perjuangan sunyi tenaga kefarmasian dalam menjaga keselamatan masyarakat di tengah era akses obat tanpa batas. Sebuah kisah yang mempertanyakan ulang hal yang selama ini dianggap sederhana: apakah kita benar-benar memahami obat yang kita gunakan setiap hari—atau selama ini kita hanya sedang beruntung?
Sebuah novel yang membuat pembaca berhenti sejenak sebelum menelan obat berikutnya.
Untuk membeli buku ini, silahkan klik tombol berikut:



