Webinar Kesehatan Umum Nasional Edukasi dan Pencegahan Difteri pada Anak: Strategi Kolaboratif Tenaga Kesehatan dalam Melindungi Generasi Bangsa

Difteri merupakan penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang dapat menyerang saluran pernapasan dan menghasilkan toksin berbahaya bagi tubuh. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berpotensi menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB), terutama pada kelompok anak dengan status imunisasi yang tidak lengkap. Meskipun program imunisasi nasional telah berjalan luas, kasus difteri tetap dapat muncul di wilayah dengan cakupan imunisasi rendah, keterlambatan booster, serta adanya keraguan masyarakat terhadap vaksinasi. Pada anak, difteri dapat berkembang cepat dan menimbulkan komplikasi serius seperti sumbatan jalan napas, miokarditis, hingga gangguan saraf akibat efek toksin. Keterlambatan deteksi dan penanganan dapat meningkatkan risiko kematian. Oleh karena itu, pengenalan gejala awal seperti demam ringan, nyeri menelan, pembengkakan leher, dan terbentuknya pseudomembran di tenggorokan menjadi sangat penting, khususnya bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis di lini pelayanan primer maupun komunitas. Upaya pencegahan difteri tidak hanya bergantung pada imunisasi, tetapi juga pada edukasi yang berkelanjutan kepada keluarga dan masyarakat mengenai pentingnya imunisasi lengkap dan lanjutan (booster), etika batuk, kebersihan diri, serta kewaspadaan terhadap gejala awal penyakit. Dalam konteks ini, tenaga kesehatan memiliki peran strategis sebagai edukator, komunikator risiko, sekaligus penggerak promosi kesehatan berbasis komunitas. Tantangan seperti misinformasi tentang vaksin, rendahnya literasi kesehatan, dan stigma terhadap penyakit infeksi memerlukan pendekatan komunikasi yang lebih kreatif, empatik, dan mudah dipahami. Salah satu inovasi media edukasi yang efektif untuk anak adalah pendekatan berbasis cerita atau fabel. Fabel memungkinkan pesan kesehatan disampaikan secara sederhana, menyenangkan, dan sesuai tahap perkembangan anak, sehingga lebih mudah diterima dan diingat. Integrasi pendekatan ilmiah dengan kreativitas literasi kesehatan menjadi strategi kolaboratif yang dapat memperkuat upaya promotif dan preventif difteri. Berdasarkan kebutuhan tersebut, webinar “Edukasi dan Pencegahan Difteri pada Anak: Strategi Kolaboratif Tenaga Kesehatan dalam Melindungi Generasi Bangsa” diselenggarakan untuk meningkatkan kapasitas seluruh tenaga kesehatan dan tenaga medis dalam memahami difteri secara komprehensif, memperkuat strategi edukasi dan pencegahan berbasis imunisasi, serta mengembangkan keterampilan menciptakan media promosi kesehatan kreatif melalui penulisan fabel edukatif. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mendukung perlindungan kesehatan anak dan mewujudkan generasi bangsa yang lebih sehat dan terlindungi.

WEBINAR KESEHATAN UMUM NASIONAL
Edukasi dan Pencegahan Difteri pada Anak: Strategi Kolaboratif Tenaga Kesehatan dalam Melindungi Generasi Bangsa

# Terbitkan Buku Edukasi Difteri

Biaya Pendaftaran: Rp. 14.700,- (Empat Belas Ribu Tujuh Ratus Rupiah)

Nomor Rekening BRI : 015101003113562 (an. Yayasan Masyarakat Indonesia Sehat)

Nilai SKP & Sasaran Peserta: https://bit.ly/WebDifteri

Link Pendaftaran: https://linktr.ee/ProgramYmindset atau melalui https://indonesiasehat.id/agenda/

Link Plataran Sehat : https://lms.kemkes.go.id/courses/a9d1cc40-cb2b-4ca0-a062-113bf9992bbf

Pelaksanaan Webinar: Kamis, 21 Mei 2026
Webinar Pukul: 12.30 WIB – Selesai

Narahubung via WhatsApp:
https://wa.me/6285647676878 (Salsa Nurohman Putri)

Leave a Comment