Nama Penulis : Gany Bani Isnanto, Amelia Khansa, Nela Naelul Azkiya, Nur Athiya Mumtaza, Aulia Rifani Faiz, Lola Adelia Elensafita, Rizki Nurul Aisya, Azizatul Amanah, Risnia Nur Fadilla, Muhammad Irza Ardhian Haq

Judul Buku : MENGGALI POTENSI DESA TUMIYANG KEBASEN

Edisi : 1

Cetakan : Pertama

Kota Terbit : Banyumas

Penerbit dan Tahun Terbit : Yayasan Masyarakat Indonesia Sehat, 2023

SINOPSIS
Buku berjudul menggali potensi desa tumiyang menceritakan tentang beberapa potensi yang bisa dikembangkan dalam mendukung pereekonomian desa yaitu potensi yang pertama menceritakan mengenai surga tersembunyi di tepian sungai serayu bernama Curug Cengis, curug cengis sebagai salah satu wisata yang tersembunyi atau belum banyak dikenali masyarakat di luar desa tumiyang, meskipun demikian curug cengis memiliki keindahan  yang sangat menakjubkan meskipun butuh waktu tempuh yang cukup lama untuk sampai di curug ini. Potensi desa yang ke dua yaitu Bukit Watu Meja, bukit watu meja menjadi destinasi wisata yang sempat popular pada tahun 2014 dimana terdapat banyak pengunjung yang mengunjungi bukit ini. Bukit watu meja menjadi destinasi wisata yang menawarkan keindahan hamparan sungai serayu dari atas bukit, selain itu keindahan gunung slamet, lembah, dan juga jembatan kereta api menambah keindahan bukit watu meja. Selain menawarkan pemandangan yang indah bukit watu meja menjadi napak napak tilas raja brawijaya pada saat itu. Potensi yang ke tiga yaitu sumber mata air kalibacin, disebut kalibacin karena air dalam sungai ini mengandung belerang sehingga sedikit berbau, meskipun demikian sungai ini menyimpan keunikan karena meskipun bukan didaerah pegununungan sungai ini bisa mengandung belerang dan juga sungai ini memiliki manfaat dalam bidang pengobatan. Potensi desa ke empat yaitu dalam bidang tradisi bernama 
Sedekah bumi atau nyura, tradisi ini berlangsung sejak dahulu oleh nenek moyang dan dilestarikan hingga sekarang, keunikan dan sentuhan keagamaan yang ada dalam tradisi ini menjadikan banyak masyarakat yang masih melestarikan hingga sekarang. Potensi yang ke lima yaitu dalam bidang pendidikan taman pendidikan al quran yang bernama TPQ Al-Istiqomah yang didirikan tahun 1994 sebagai benteng dalam menghadapi kristanisasi yang sempat terjadi di desa Tumiyang. Potensi yang ke enam yaitu bidang kesehatan tentang pencegahan stunting, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh kembang pada anak disebabkan karena pola makan yang buruk, penyakit berulang, dan kurangnya stimulasi psikososial. Pencegahan stunting dilakukan karena masih banyak ditemukan anak yang terdampak stunting , pencegahan tersebut dilakukan dengan cara memberi makanan tambahan pada anak yang beresiko terkena stunting. Potensi yang ke tujuh yaitu berkaitan dengan lingkungan bernama program pemanfaatan tanah pekarangan (PTP), Program ini dilakukan sebagai upaya mengatasi masalah kebutuhan pangan yang berkaitan dengan perekonomian. Kegiatan PTP dilakukan dengan cara menanam beberapa jenis sayuran untuk kebutuhan sehari hari dengan memanfaatkan tanah pekarangan yang kosong disekitar rumah. 
Potensi yang ke delapan yaitu berkaitan dengan industri berupa pabrik gula yang menjadi mata pencaharian warga tumiyang, melalui pabrik ini sudah banyak gula yang terekspor hampir ke manca negara. Potensi yang ke sembilan yaitu mengenai kewirausahaan bernama pengolahan umbi gadung menjadi kripik yang dapat dikonsumsi. Melalui pengolahan yang tepat, umbi gadung menjadi salah satu produk yang disukai masyarakat. Potensi yang ke sepuluh yaitu masih berkaitan dengan kewirausahaan bernama home industri madu trigona atau klanceng yang menjadi potensi ekonomi besar dalam pengembangan ekonomi lokal. Keunikan bahan utama madu ini menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat sekitar.

Untuk membeli buku ini, silahkan klik tombol berikut:

Visits:50
Today: 1
Total: 24629

Leave a Comment